Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
 Slot Kosong
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Scott McTominay mengakui bahwa harapan mereplikasi ‘Class of 92’ tidaklah mudah untuk diwujudkan. Namun ia percaya bahwa pemain-pemain muda Manchester United sudah siap untuk diberi panggung besar di musim depan.

Sekilas informasi, ‘Class of 92’ adalah sebutan bagi para pemain muda Manchester United yang diberikan kesempatan untuk unjuk gigi oleh sang pelatih, Sir Alex Ferguson. Beberapa sosok berkelas lahir dari era tersebut, mulai dari Ryan Giggs hingga Paul Scholes.

Semangat era tersebut kembali terlihat di masa kepelatihan Solskjaer. Pria asal Norwegia itu menyertakan beberapa nama pemain muda dalam masa pramusim ini untuk menunjukkan kebolehannya di atas lapangan. Di antaranya adalah Tahith Chong dan Mason Greenwood.

Belum lagi menghitung pemain muda lainnya yang sudah lebih dulu merangsek masuk ke tim senior sejak bertahun-tahun lalu, seperti Marcus Rashford dan Jesse Lingard. Sebutan ‘Class of 2019’ mulai dikumandangkan.

Sulit Ulangi ‘Class of 92’, Tapi…

McTominay merupakan salah satu bagian dari ‘Class of 2019’. Dengan kepergian Ander Herrera, satu tempat di sektor gelandang sedang coba ia perebutkan dengan pemain lainnya. Tapi jika disuruh mengulangi kesuksesan ‘Class of 92’, ia mengaku kesulitan.

“Class of 92 sangat luar biasa dan akan sangat, sangat sulit untuk mereplikasi hal seperti itu,” ujar McTominay dikutip dari Independent. “Hampir mustahil untuk dilakukan. Itu adalah tahun yang luar biasa,” sambungnya.

Tapi ia percaya bahwa banyak pemain muda, termasuk dirinya, yang sudah siap untuk mengambil kepercayaan Solskjaer dan fans MU. Mereka tengah mengincar panggung besar yang bisa membuat namanya dikenal semua penikmat sepak bola di seluruh dunia.

“Kami adalah sekelompok anak muda yang sudah siap untuk belajar dan menempuh jalan tambahan, serta melakukan segalanya guna masuk ke dalam tim dan memaksa sosok senior untuk mendapatkan tempatnya. Itu akan menjadi target saya juga Axel dan Mason,” lanjutnya.

Cuaca Jadi Tantangan

Tapi ada satu permasalahan bagi mereka di masa pramusim ini. Seperti yang diketahui, Manchester United ikut serta dalam ajang International Champions Cup dan harus melakoni sejumlah laga di Asia dengan cuaca yang lebih hangat ketimbang benua Eropa.

Pada hari Kamis (25/7) ini, mereka harus menghadapi Tottenham di China yang memiliki kondisi iklim yang menyulitkan mereka. Tapi McTominay tak khawatir, karena rekan-rekannya tidak mengeluhkan permasalahan tersebut.

“Anda datang dan rasanya panas serta lembab, dan kemarin ada banyak alasan yang bisa dibuat oleh para pemain untuk tidak menjalani sesi yang benar-benar positif serta mengakhirnya dengan positif pada leg pertama tur ini,” tambahnya.

“Tapi semuanya memberikan respon yang sangat baik dalam kondisi ini dan penting bagi kami untuk keluar besok malam dan mengerahkan semua yang telah kami latihankan ke pertandingan,” tandasnya.