Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
AFAPOKER
RGOBET
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
Texaspoker
Wigobet
 BANDAR CEME TERBAIK INDONESIA
AGEN POKER ONLINE
AGEN JUDI POKER ONLINE
AGEN DOMINO ONLINE
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Mantan penyerang Tottenham Mido mengklaim saat ini diManchester United Jose Mourinho mengulang kesalahan yang sama yang ia buat kala melatih Chelsea dan Real Madrid.

Mourinho sempat menjalani masa-masa yang indah baik bersama dengan Chelsea dan Madrid. Ia sempat membantu mereka meraih gelar juara.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, hubungan Mourinho dengan skuatnya ataupun pihak klub menjadi tak harmonis. Alhasil ia pun cabut dari kedua klub itu saat menjalani musim ketiganya.

Kini Mourinho seperti mengalami gejala yang sama di MU. Ia berselisih dengan pemain dan manajemen klub. Banyak yang kemudian menyebut manajer asal Portugal itu akan terdepak di musim ketiganya di Old Trafford.

Kritikan Mourinho

Perselisihan Mourinho dengan para pemainnya disebut terjadi karena kritik terbuka yang dilontarkan sang manajer. Menurut Mido, hal ini sebenarnya tidak tepat dilakukan karena pemain muda zaman sekarang tak bisa diperlakukan demikian.

“Saya benar-benar berpikir Mourinho sedang kesulitan untuk memahami otak dari generasi ini,” kata Mido kepada Sky Sports News.

“Jika Anda keluar dan mengkritik anak-anak muda sekarang, mereka akan malu. Mereka membutuhkan seseorang untuk melindungi mereka di depan media, bahkan jika mereka bermain buruk,” cetusnya.

Kesalahan yang Sama

Menurut Mido, apa yang dilakukan oleh Mourinho sekarang ini sama seperti yang dilakukannya di Chelsea dan Madrid. Kesalahan yang sama itulah yang akhirnya membuatnya didepak dari kedua klub tersebut.

“Saya yakin para pemain tidak senang. Jika manajer Anda keluar dan mengkritik Anda di media, itu hal terburuk yang dapat Anda lakukan. Itu tidak membantunya,” cetusnya.

“Itulah yang membunuhnya di Chelsea. Itulah alasan mengapa tim menyerah pada dirinya,” sambungnya.

“Ia melakukannya di Madrid pada akhirnya, dan sekarang ia melakukannya lagi,” ujar Mido.