Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
agen togel terpercaya
Game MM Bola Tangkas Indonesia
 Agen Poker IDN Terpercaya
 Agen Poker Terpercaya
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Masyarakat Italia mulai bergerak untuk menghapus rasisme dari sepak bola serta dunia. Namun masih ada banyak yang terkadang melupakan misi mulia tersebut.

Perlakuan rasis yang mengarah kepada pemain, terlebih ke mereka yang berkulit hitam, sangat marak terjadi di Serie A dalam rentang waktu 2018-2019. Pertama dimulai oleh kasus bek Napoli, Kalidou Koulibaly, saat melawat ke markas Inter Milan bulan Desember lalu.

Kemudian dua penggawa Juventus, Moise Kean dan Blaise Matuidi, menjadi sasaran cemoohan yang kurang menyenangkan saat tampil di markas Cagliari. Kean memilih untuk membela diri dengan memberikan balasan secara provokatif usai mencetak gol.

Beberapa bulan setelahnya, giliran Romelu Lukaku yang menjadi target serangan penggemar Cagliari. Yang miris, striker Inter Milan tersebut menjadi korban beberapa pekan setelah mendarat di Italia.

Ejek Lukaku, Langsung Dipecat

Belakangan, isu soal perlakuan rasis fans Cagliari terhadap Lukaku mulai tenggelam. FIGC selaku federasi sepak bola tertinggi di Italia pun telah melakukan investigasi untuk memberikan hukuman yang setimpal ke pelaku.

Namun sepertinya, rasisme telah menjadi penyakit akut di Italia. Baru-baru ini, seorang pandit bernama Luciano Passirani melontarkan nada-nada rasis saat mengomentari performa Lukaku kala melawan Udinese di ajang Serie A, Minggu (15/9/2019).

“Untuk menghentikannya, anda harus melemparkan 10 buah pisang untuk dimakan,” tutur Passirani dalam acara televisi Top Calcio 24.

Stasiun televisi tersebut langsung menindak tegas pandit veteran itu. Direktur tv, Fabio Ravezzani, mengkonfirmasi bahwa Passirani takkan pernah muncul lagi dalam kanal mereka.

Lukaku Tak Terpengaruh

Walau diterpa dengan serangkaian ejekan rasis, namun performa Lukaku tidak menunjukkan penurunan sama sekali. Mantan striker Manchester United tersebut sudah membukukan dua gol dari tiga pertandingan terakhir Nerazzurri di Serie A.

Kontribusinya di lini depan memberikan dampak positif kepada Inter Milan pada awal musim ini. Sampai sekarang, klub asuhan Antonio Conte tersebut belum merasakan kekalahan.

Alhasil, Inter Milan kini memuncaki klasemen sementara Serie A dengan koleksi poin sempurna, sembilan. Unggul dua poin atas juara bertahan, Juventus, yang menempati peringkat tiga dengan koleksi tujuh angka.