Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
 BANDAR CEME TERBAIK INDONESIA
AGEN POKER ONLINE
AGEN JUDI POKER ONLINE
AGEN DOMINO ONLINE
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Julen Lopetegui dituding sebagai salah satu alasan mengapa Real Madrid terpuruk pada musim ini. Namun dalam pandangan pemain Los Merengues, Toni Kroos, mantan pelatih Timnas Spanyol tersebut hanya kurang beruntung saja.

Lopetegui mengisi kursi kepelatihan yang lowong setelah Zinedine Zidane memutuskan angkat kaki pada akhir musim kemarin. Demi bergabung dengan Real Madrid, ia harus melalui serangkaian drama dengan Timnas Spanyol jelang Piala Dunia 2018.

Seolah terkena karma, Lopetegui merasakan getahnya pada bulan Oktober 2018 lalu. Performa buruk Los Merengues, dan kekalahan telak 1-5 atas Barcelona, membuatnya harus rela angkat kaki dari Santiago Bernabeu.

Lopetegui Kurang Beruntung

Pemecatan Lopetegui seolah mengkonfirmasi bahwa kualitasnya sebagai pelatih tidak sesuai dengan yang diharapkan, apalagi jika dibandingkan dengan Zinedine Zidane yang meraih banyak prestasi di Madrid. Namun dalam pandangan Toni Kroos, Lopetegui hanya kurang beruntung saja.

“Ada masa-masa yang sangat sulit pada awal musim,” ujar Kroos dalam interview bersama La Liga media, dikutip dari Marca. “Kami sangat sukses dalam beberapa tahun terakhir,” sambungnya.

“Tapi awal masa ini terasa berat karena adanya perubahan, dan banyak pemain yang kembali dari Piala Dunia di waktu yang berbeda. Julen Lopetegui sangat tidak beruntung,” lanjutnya.

Berkembang dengan Solari

Terlepas dari hasil buruk yang diraih Madrid semasa era Lopetegui, Kroos menilai mantan pelatih FC Porto tersebut memiliki kualitas yang mumpuni untuk menukangi tim besar. Tapi seperti yang ia katakan di awal, Lopetegui tiba di masa yang tidak tepat.

“Dia melakukan tugasnya dengan baik tapi tak mendapatkan yang kami inginkan, dan juga itu bukan masa yang bagus untuk klub,” tambah Kroos.

Lopetegui lalu digantikan oleh Santiago Solari, yang sejatinya baru menukangi Real Madrid Castilla pada awal musim 2018/2019 ini. Kroos sendiri merasa kehadiran pria asal Argentina tersebut telah membantu Real Madrid semakin berkembang.

“Kami telah berkembang dalam beberapa bulan sejak itu, dan kami ingin kembali berjuang meraih gelar. Solari adalah pelatih yang tahu apa yang dibutuhkan untuk bermain pada level ini, yang membantu kami lebih banyak dan para pemain mengapresiasi hal itu,” tutupnya.